Selasa, 27 November 2012

TEATER ANAK BANGSA


MENGGUAK MISTERI YANG TERSEMBNYI
OLEH VINSENSIUS PATNO
DI BALIK SEBUAH KEMAPANAN
 SELAMAT DATANG DI TEATER ANAK BANGSA STIPAR ENDE
FORTITER IN RE SUAVITER IN MODO:
TEGUH DALAM PRINSIP TAPI LEMBUT DALAM CARA
Narator I: Tajam bagi pisau menembus nurani. Merobek harga diri dan martabat sendiri..Meneropong lorong-lorong kompromi dan kelicikan.Menukik realitas dan kenyataan. Ketika kebenaran di selimuti oleh uang dan kekuasaan dengan mulut yang kaku seakan tak mampu berbicara. Ketika kata korupsi menjadi harga mati.Negeri ini hancur berkeping-keping dengan hukum yang tidak pasti . Mau di bawa kemana negeri ini? Kasihan yah kasihan….kata-kata ini selalu  menjadi slogan ketika negeri ini jatuh dengan lutut berdarah. Mulut penuh dengan berbusa berteriak berantas korupsi. Air mata rakyat sampai kering menangis, meratap meminta keadilan dan kebenaran. Ter-la-lu. Ini keterlaluan

Narrator II: Bingung-bingung…… ini musibah pak, ini bencana.  Maling teriak maling……..Kantor-kantor bungkam dan diam bersembunyi di balik kemunafikan. Dinas-dinas tertangkap basah. Siapakah bertanggung jawab? Semua saling tuding menuding. Ini negeri anak cucu kita….
Teater anak bangsa stipar Ende menusuk nurani. Menerkam segala manipulasi. Karena kami lahir oleh kebenaran dan dengan lantang beteriak kebenaran

Orator : Di mana ini. Di mana mereka semua. Mengapa aku harus jadi korban dari realitas ini. mengapa…….mengapa?. Terlalu kejam wajah negeri…. terlalu kejam. aku tak tak sangup menatapnya

Narator I: Sivis pacem para bellum: siapa ingin berdamai bersiaplah untuk berperang. Kebenran terus di hembuskan oleh para mahasiswa. Karena kebenran adalah tawaran yang selalu berlawanan degan kejahatan. Mahasiswapun turun tangan karena banyak masyarakat mengugatnya. Apa kata merka……

Aktivis mahasiswa: Dunia ini kejam, dunia mengalami sakit yang berkepanjangan. Darah nadi kami tak sangup lagi mengasihani negeri ini. Tapi kami tetap berteriak hancurkan premanisme negeri ini. Kami tetap berteriak berantas korupsi. Berantas mafia dan berantas seluruh negosiasi kepentingan. Ingat kami masih punya darah untuk berteriak…….
Narator II. Apa kata preman kampus soal ini……………

Narator I : Di negeriku selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu.Di negeriku sekongkol bisnis dan birokrasi berteran-terangan. Orang susah di cari tandingannya. Kompromi-kompromi kegelapan menjelajah di setiap hotel berbintang. Ini yang terjadi?. habis mau bilang apa. Tapi DPR pnya peryataann sendiri………..

 Ketua DPR:  Dana proyek tahun ini sangat banyak. Proyek jelas untuk pelebaran jalan. Tapi kami selalu berprinsip yang penting selalu ada bagian untuk kami. Proyek banyak, kami juga kaya pak. Tinggal dipertangungjawabkan secara bersama ketika masyarakat bertanya.  semua.  Jelaskan?Dan  sah karena palu di jatuhkan. Tapi bagaimana peryataan bupati soal ini

Bupati : Semua program saya sudah  laksanakan. Program swasembada pangan adalah andalan saya. Tapi kenapa masih banyak yang makan nasi kok ubinya kasih babi. Tapi ingat ini program saya yang harus masyarakat laksanakan…….

Narator II :Wakil bupatipun tak mau kalah. Di angkat bicara walaupn sekdanya senyum-sentum saja.

Wakil buapti: Dulu saya di hargai tapi sekarang saya sudah di buang…saya tidak tahu lagi mau kerja apa?…aduh kasihan saya ini. Lebih baik saya mundur sebelum semuanya terjadi. Ini gampangkan?

Narrator I :Nasib anak sekolah saat ini sudah di ujung tanduk. Mereka tidak tunjukkan kualitas dan intelektualnya tapi yang di tunjukkan adalah premanisme, pelecehan dan tindakan kriminal. Apakah kurikulum yang salah atau guru dan dinsanya yang salah. Ini peryataanya…….

Dinas ppo : Saya sebagai kepala Dinas PPO berjuangan untuk membernatas kemiskinan dan kebodohan, semua guru saya perintahkan agar menyusun RPP secara lengkap. Tapi ingat yang penting administrasi lengkap pak. Anak pintar itu tergantung dari alamnya. Ingat yang penting administrasinya….administrasinya……

Narator II: Saat ini kinerja keamanan sedang di gugat. Mafia selalu sering terjadi. Namun semakin banyak yang di gugat semakin banyak pula yang di buat. Bagaimana peryataannya

Polisi : Siap pak . saya siap menjalankan perintah. Penegakkan hukum terus di lakukan. Tapi ada kasus korupsi yang melibatkan pejabat tolong konsultasi dulu ya. Siap pak……diam ya…

Narator I : Orang berlomba-lomba mendirikan kampus. Semunaya dengan alasan mendekatkan diri dengan masyarak dan tidak perlu kuliah jauh-jauh. Tapi ingat teman masa depan harus menjanjikan……ingat itu jangan sampai anda menyesal…….

Aktivis kampus: intrupsi pimpinan. Saya mau bicara. Intrupsi pinpinan saya mau bicara. Program harus di laksankan sesuai dengan kesepkatan. Itulah gaya kami pak kalau memimpin sidang. Namun kami lebih banyak hidup di organisasi tapi kami lupa tugas pokok yakni belajar akhirnya jadilah saya sarjanai abadi. Kamu mau sperti saya.pilihan ada di tangan anda belajar atau organisasi……….
Narator I: APA KATA KETUA SEKOLAH TENTANG HAL INI
Narator I: Reformasi baru bangkit setelah manusia ada di ambang kematian. Di hajar derita luar biasa, di dera kemiskinan di luar batas nalar. Ini adalah derita negeri ini. Pertanyaannya sampai kapan realitas ini terus bergulir.
  
 Narator II. Headline Koran pagi berujar. Kasus bank century belum berakhir, Gayus tidak jelas di tahan atau tidak. Nasasrudin kembali dengan membongkar seluruh pejabat yang terlibat dalam korupsi. Pemilihan DPR Sudah mendekat. Jangan anda tertipu oleh janji tetapi percayalah pada realitas ada di sekitar kita……. Kami STIPAR Ende tidak akan tertidur. Kami akan turun kejalan dan berteriak tentang kemedekanan dan kebenaran…………


Sekian dan terima kasih………






  



MENGUAK DERITA DALAM KEPEDIHAN
SELAMAT DATANG DI TETAR ANAK BANGSA STIPAR
Fortiter in re suaviter in modo
TEGUH DALAM PRINSIP LEMBUT CARA
Komentator: Hari-hari ini masyarakat kita di landa oleh penyakit rabies. Anjing rabies adalah pokok utamanya. Tapi menarik ada juga ibu rabies, bapak rabies, anak rabies dan juga ada kepala desa dan camat ikut rabies. Mengapa? ada yang salah dalam masyarakat kita sehingga semua ikut terjangkit penyakit yang membahayakan ini. Teater anak bangsa membuka tabir di balik persoalan yang sedang melanda negeri kita.
Kepala adat: saya sebagai tua adat di sini menghimbau agar masyarakat harus menaati adat dan tradsi kita. Apa yang saya perintahkan semua harus ikut sebab ini adalah warisan nenek moyang kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar